• This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by NewBloggerThemes.com.

Tampilkan postingan dengan label kompas tekno. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kompas tekno. Tampilkan semua postingan

Ambulans Berlogo Gerindra yang Berisi Batu Tunggak Pajak, STNK Mati

Ambulans Berlogo Gerindra yang Berisi Batu Tunggak Pajak, STNK Mati - Ambulans berlogo Gerindra berpelat nomor B 9686 PCF yang diselamatkan polisi ketika kerusuhan 22 Mei menunggak pajak. 

Di sisi samping mobil tertulis Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kota Tasikmalaya. Berdasarkan pencarian Kompas.com melewati laman sah Samsat Jakarta, mobil itu diketahui sudah menunggak pajak kendaraan bermotor semenjak 25 Februari 2015. 

Google Image - Ambulans Berlogo Gerindra


Di samping itu, masa berlaku STNK mobil itu telah berakhir sejak 25 Februari 2018. Oleh sebab itu, mobil itu dikenakan denda Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) Rp 390.600 di luar pajak pokok Rp 1.627.500. Mobil tersebut juga dikenakan denda Sumbangan Wajib Dana Kecelakaan Lalu Lintas Jalan (SWDKLLJ) sebesar Rp 100.000. 


Kerusuhan Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Muhammad Iqbal mengatakan, polisi mengejar ambulans berlogo partai yang di dalamnya sarat batu dan alat-alat di sekitar lokasi demonstrasi. Namun, ia tak mau menuliskan nama partai yang logonya terpasang di ambulans tersebut. 

Sementara itu, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo mengatakan, kepolisian pun akan mendalami sangkaan keterlibatan partai dalam temuan ambulans mengandung batu-batu tersebut. 


"Kalau terdapat keterlibatan partai politik bakal didalami, terus siapa aktor intelektual di balik tersebut semua," kata Dedi. Polisi bakal meminta penjelasan para saksi berhubungan temuan tersebut.
Share:

Jendela teknologi - Samsung Luncurkan Smartwatch Galaxy Fit, Harga Mulai Rp 650 Ribu

Jendela teknologi - Samsung Luncurkan Smartwatch Galaxy Fit, Harga Mulai Rp 650 Ribu
Samsung Galaxy Fit (dua paling kiri) dan Galaxy Fit-e (wareable.com)Samsung mengenalkan smartwatch Galaxy Fit dan Galaxy Fit-e, jam pintar pelacak kebugaran yang tidak selengkap Samsung Gear tetapi sudah dilengkapi parameter dasar laksana detak jantung, denyut nadi, dll.

Jam pintar ini dipasarkan US$ 45 (sekitar Rp 650 ribu) guna Galaxy Fit-e dan US$ 100 (Rp 1,4 juta) guna Galaxy Fit, demikian dilansir dari laman Gizmochina, Kamis, 16 Mei 2019. 

Galaxy Fit e mempunyai fitur layar PMOLED monokrom 0,74 inci. Layar ini mengindikasikan waktu dan penghitung langkah, tetapi pun dapat memperlihatkan pemberitahuan dan acara kalender dari ponsel Anda. Menggunakan prosesor Cortex M0 dengan melulu 128KB RAM.


Di samping itu, Galaxy Fit-e mempunyai fitur deteksi gerakan otomatis, analisis tidur, dan pelacakan detak jantung, yang mengemas baterai 70 mAh dan dapat digunakan sekitar 10 hari dengan sekali pengisian daya. Dilengkapi pula pelacak detak jantung, keawetan air 5ATM, berat melulu 15 gram dan Bluetooth 5.0.


Galaxy Fit mempunyai layar 0,95 inci AMOLED berwarna. Seri Fit lebih banyak dan beratnya 24 gram. Fungsi dan kelengkapan sama dengan seri Fit-e, tetapi batere Fit lebih banyak yakni 120 mAH.
Share:

Jendela teknologi - Survei: Samsung Paling Banyak Dipakai Warganet Akses Dunia Maya

Jendela teknologi - Survei: Samsung Paling Banyak Dipakai Warganet Akses Dunia Maya
Samsung Galaxy M20 resmi dirilis di Indonesia, Senin, 11 Februari 2019. TEMPO/Khory
Jendela teknologi - Survei: Samsung Paling Banyak Dipakai Warganet Akses Dunia Maya
Ponsel produksi Samsung menempati urutan teratas dari brand  gawai yang dipakai warganet guna mengakses dunia maya, demikian survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia pada 2018.

Survei penetrasi dan profil pemakai internet APJII guna 2018 mengungkapkan 37,7 persen masyarakat Indonesia memakai ponsel brand  Samsung guna terhubung dengan Internet. Tapi, survei tersebut tidak memuat model ponsel apa yang paling tidak sedikit dipakai warganet di Indonesia.

Ponsel yang sangat sering dipakai kedua berasal dari brand  Oppo, sebesar 18 persen, disusul Xiaomi 17,7 persen.

Sebesar 7,5 persen masyarakat Indonesia mengakses internet lewat ponsel Vivo, sementara Asus mendapat porsi 3,2 persen.

Baca juga : Perkembangan Teknologi | Perkembangan Teknologi Jaman Sekarang

Ponsel iPhone menempati posisi keenam dengan 3,1 persen, dibuntuti dengan Lenovo 2,4 persen dan Advan 2,4 persen.

Popularitas ponsel sebagai alat guna mengakses internet pun terlihat dari survei APJII 2018, sejumlah 93,9 persen responden menyatakan mengakses internet lewat ponsel masing-masing hari. Hanya 1,6 persen narasumber yang tidak pernah mengkases internet dari ponsel masing-masing hari.

Hanya 9,6 persen narasumber yang mengakses dunia maya lewat komputer desktop masing-masing hari, sedangkan di laptop berjumlah 17,2 persen yang mengakses masing-masing hari.

Sebanyak 96,6 persen narasumber survei membalas mereka memakai paket data dari operator seluler guna mengakses internet dalam tiga bulan terakhir. Telkomsel menjadi operator seluler yang paling tidak sedikit digunakan, sebanyak 43 persen, disusul Indosat Ooredoo 18,1 persen dan XL 18 persen.

ADVERTISEMENT


Masyarakat Indonesia paling tidak sedikit menggunakan internet guna berkirim pesan (24,7 persen), mengakses media sosial (18,9 persen) dan menggali informasi bersangkutan kegiatan (11,5 persen).

Sebanyak 19,6 persen narasumber mengaku memerlukan lebih dari 8 jam guna mengakses internet dalam sehari, sedangkan yang membalas 3-4 jam sejumlah 14,1 persen dan antara 2-3 jam 13,4 persen.

Share:

Bawaslu Tolak Gugatan Kubu Prabowo soal Kecurangan Pilpres 2019

Bawaslu Tolak Gugatan Kubu Prabowo soal Kecurangan Pilpres 2019 - Rapat pleno Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) menampik gugatan Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga atas sangkaan kecurangan Pemilu 2019 yang terstruktur, sistematis, dan masif. 

Laporan dikatakan oleh BPN pada 15 Mei 2019."Menetapkan, mengaku laporan sangkaan pelanggaran administratif pemilu terstruktur, sistematis dan masif, tidak bisa diterima," kata Ketua Bawaslu, Abhan Misbah di kantornya, Jakarta, Senin, 20 Mei 2019.

Google Image - Bawaslu Tolak Gugatan Kubu Prabowo

JENDELA TEKNOLOGI - Bawaslu Tolak Gugatan Kubu Prabowo soal Kecurangan Pilpres 2019

Dalam keputusan tersebut, Bawaslu memandang bukti laporan BPN bersangkutan sangkaan kecurangan tidaklah kuat guna ditindak lanjuti. Karena bukti tersebut melulu copy berita media.
"Bahwa bukti print out berita online tidak bisa berdiri sendiri, tetapi harus didukung dengan perangkat bukti beda berupa dokumen, surat, maupun video yang mengindikasikan adanya tindakan masif yang dilakukan," kata Komisioner Bawaslu Ratna Dewi Petallolo.

Ratna menambahkan, bukti-bukti kecurangan sangkaan kecurangan tak dapat dalam jumlah tidak banyak oleh terlapor. "Paling tidak banyak di 50 persen dari jumlah wilayah provinsi di lndonesia," kata dia.


Atas dasar itu, Bawaslu mengambil benang merah menolak laporan BPN Prabowo-Sandi bersangkutan sangkaan kecurangan Pemilu 2019.

"Sehingga bukti yang dimasukkan terlapor belum mengisi kriteria bukti sebagaimana ditata dalam ketentuan Bawaslu nomor 08 tahun 2018 tentang solusi pelanggaran administratif pemilu," jelasnya. (ase)
Share:

Teknologi Informasi Bisnis

Hasil gambar untuk Teknologi 'Barcode' dalam Bisnis Otomotif
Google Image : Teknologi Informasi Bisnis

Teknologi Informasi Bisnis - Industri Otomotif Terbantu dengan Adanya Barcode


Teknologi Informasi Bisnis - Barcode atau tanda kode telah lumrah dipakai untuk mendata, melacak, atau ketika melakukan sekian banyak  metode pembayaran di mana pun. Teknologi ini dirasakan sudah mempermudah manusia supaya lebih ringkas dan meninggalkan berkas fisik.

Tanda kode atau tanda batang pun yang menolong industri otomotif berkembang dalam ketersediaan data, ekspedisi cepat dan akurat ke semua pihak yang terlibat.

Trelleborg Automotive Americas contohnya yang memakai barcode di pabrik-pabriknya sekitar lebih dari 10 tahun. Trelleborg Automotive Americas adalahbagian dari Trelleborg AB, sebagai pemasok global guna industri otomotif, kedirgantaraan, konstruksi dan lainnya. 

Divisi ini lazimnya bergerak pada sektor komponen yang tercipta dari karet laksana dudukan mesin dan sebagainya duit disuplai ke Ford dan General Motors, serta pemasok lain, TRW dan Delphi.
Berdasarkan keterangan dari perusahaan teknologi barcode paling berperan demi fasilitas saat bekerja. Melalui teknologi tersebut semua data tersusun pada sistem, tidak lagi berkas konvensional.

"Kami hendak membawa sistem barcode ke tingkat berikutnya, menyimpan tidak sedikit data dan menyingkirkan dokumen manual kami," jelas John Jacobs, developer IT di Trelleborg, mengutip MHL, Selasa (14/5).


"Sebelumnya, terdapat sistem kertas di mana operator akan menulis semua informasi, unsur yang mereka buat, jenis memo apa yang didapatkan dan mesin apa yang mereka pakai." 

Kerja Barcode

Barcode menciptakan pekerjaan Trelleborg lebih sederhana dari ketika bahan baku mendarat di pabrik hingga barang jadi dikirim ke pelanggan.

Ketika bahan baku mendarat di pintu dermaga, karyawan di lokasi penerima memindai label barcode pada kotak memakai komputer seluler dengan pemindai terintegrasi. Setelah diterima, bahan ditabung di di antara dari sejumlah gudang yang bertempat di masing-masing pabrik.

"Kami memakai nomor seri barcode pada kotak guna melacak. Setelah bahan dipindai, sistem memberi tahu kami ke di antara gudang kami," ucap Jacobs.Sebelum disimpan, bahan melalui proses pengecekan kualitas. Setelahnya pesanan bahan akan hadir dari lantai produksi, dan pengemudi truk akan memungut bahan dari gudang.

Sementara tersebut industri otomotif Indonesia pun menjadi pihak yang terbantu dengan sistem tersebut. Mereka menggunakannya hingga pada ketika proses logistik atau ekspedisi mobil dari pabrik ke dealer, kemudian dealer ke konsumen.


Stiker barcode seringkali ditempel di sisi kiri kaca mobil unsur kiri atau kanan. Lebaran kertas putih tu mengandung informasi tentang nomor mesin, nomor rangka, dan warna kendaraan.

Digunakan Sejak 1981

Automotive Industry Action Group (AIAG) menciptakan tim barkoding pada 1981 guna mengembangkan standar industri otomotif menggunakan tanda kode. Sejak saat tersebut tanda kode berperan dalam standar rantai pasokan guna industri ini. 

Pada tahun 1984, AIAG mengadopsi simbologi alfanumerik Kode 39 dan mengeluarkan standar tanda kode semua industri kesatu: Simbol Barcode (B-1) dan Label Identifikasi Pengiriman atau Suku Cadang (B-3), mengutip Webscaninc.

Sistem menyimpan data dengan tanda batang dinamakan sangat menyeluruh dan efektif. Teknologinya mempermudah melacak sebuah komponen atau benda bergerak. Karena tersebut sistem ini sangat berfungsi untuk industri otomotif.

Namun di sisi lain pemakaian tanda kode disebut tidak sedikit disalahgunakan, bahkan barcode yang menempel di kaca mobil berpotensi kemunculan BPKB ganda karena kegunaannya menyimpan identitas sebuah kendaraan.

Share:

Teknologi Informasi Akuntansi

Jawab Tantangan Industri 4.0, Universitas Atma Yogya Gelar Seminar Akuntan
Google Image : Teknologi Informasi Akuntansi

Teknologi Informasi Akuntansi - Revolusi Industri 4.0 Menuntut Profesi Akuntan untuk Menyesuaikan Diri 

Teknologi Informasi Akuntansi - Revolusi industri 4.0 menuntut profesi akuntan guna menyesuaikan diri dengan pertumbuhan teknologi informasi dan big data. Cara kerja dan praktik akuntan perlu diolah untuk menambah kualitas layanan dan perluasan global melewati komunikasi daring dan pemakaian cloud computing.

Berkaitan dengan urusan tersebut, maka Program Studi Akuntansi Fakultas Bisnis dan Ekonomika Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FBE UAJY) berkolaborasi dengan Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) cabang Yogyakarta menyelenaggarakan seminar nasional. Seminar bertema Creating Accountant’s Survival Strategies: Breaking Through the Industrial Revolution 4.0 tersebut akan dilangsungkan pada Rabu (24/4/2019).

“Seminar dilangsungkan di auditorium Kampus III Bonaventura Jalan Babarsari Nomor 43 Yogyakarta atau di depan kantor BATAN,” ujar Humas dan Publikasi Seminar, Y Sri Susilo dalam penjelasan yang diterima Beritasatu.com di Jakarta, Selasa (23/4/2019).


Pembicara dalam seminar itu ialah CEO PT Djarum Kudus Yohanes Handojo, Partner KAP-PWC Yusron Fauzan, dan dosen Prodi Akuntansi FBE UAJY Samiaji Saroso. Sementara, moderator pada seminar tersebut ialah Dian Indri P (IAI cabang Yogyakarta).

Ketua Panitia Seminar A Totok Budi Santoso mengatakan, semua akuntan di era digital tidak boleh memandang sebelah mata akibat dari teknologi. Mereka butuh menguasai data nonkeuangan, laksana data analysis, information technology development dan leadership skills.

Tantangan akuntan profesional ketika ini, ujarnya, ialah menjaga akuntabilitas sekian banyak  model bisnis dalam pertumbuhan teknologi dan inovasi yang semakin perumahan dan dibutuhkan pemetaan risiko yang semakin komprehensif. Apalagi, kegiatan pengakuan dan evaluasi dalam akuntansi bakal semakin kritikal seiring pertumbuhan teknologi dan inovasi.

“Misalkan, untuk ketika ini bakal ada pergeseran pengukuran aset konvensional bakal bergeser ke arah pengukuran aset tak berwujud. Diharapkan, akuntan profesional dapat mengurai kompleksitas dengan memberi penyelesaian profesional menjadi clarity,” ujarnya.


Totok menuliskan pula, butuh diskusi yang mendalam dan tajam guna mengurai sekian banyak  permasalahan yang dihadapi oleh profesi akuntan pada era Revolusi Industri 4.0 ini. Wawasan tersingkap akan sangat menolong dalam menyerahkan solusi terbaik untuk semua profesional di bidang akuntansi maupun perguruan tinggi dan semua civitas akademika guna mempersiapkan diri menghadapi evolusi radikal yang sedang berlangsung.

“Seminar ini digagas dan dilakukan dalam rangka menanggapi kendala dan kesempatan tersebut,” ujar Totok.

Share:

Perkembangan Teknologi Game Online

Perkembangan Teknologi Game Online - Pada dasarnya pariwisata ialah proses industrialisasi, sama-sama merajut pesona masyarakat dalam negeri maupun mancanegara, baik jangka pendek maupun lama. Dibangunnya bandara mempunyai nama Yogyakarta International Airport (YIA), maka geliat wisata maupun industrialisasi di Kabupaten Kulonprogo DIY berkembang pesat.

Sebagaimana dikabarkan, Pemerintah sudah membuka bisa jadi YIA dipakai untuk penerbangan domestik. Apabila YIA dipakai untuk 50 kali take off-landing pesawat masing-masing harinya, dengan kapasitas satu pesawat membawa 200 penumpang, maka YIA masing-masing hari dapat melayani selama 5.000 penumpang.

Google Image - Perkembangan Teknologi Game Online

Perkembangan Teknologi Game Online -  Yogyakarta International Airport (YIA) untuk penerbangan domestik

Sudah tentu, realitas tersebut ialah ceruk pasar industri dan pariwisata yang potensial untuk DIY dan wilayah di sekitarnya. Dalam format UMKM, industri rumahan laksana warung kelontong, lokasi tinggal makan, usaha pernik-pernik suvenir wilayah ataupun yang berskala besar, laksana pabrik, perhotelan, vila atau resort di sekian banyak  objek wisata.

Teknologi Informasi

Di samping persiapan infrastruktur yang di bina pemerintah, maka di era Revolusi Industri 4.0 pemerintah serius memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Bukan semata keperluan bisnis dan perusahan start-up tetapi pun pengawasan birokrasi pemerintahan tersebut sendiri.

Berita menggembirakan diajukan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika DIY Roni Primanto Hari, bahwa sebanyak investor bakal menanamkan modalnya di DIY berhubungan dengan industri smart city dan smart province. Dewasa ini memang tidak sedikit negara yang menjajaki kerja sama dengan Pemda DIY. Pengembangan teknologi informasi serta digitalisasi di DIY jadi di antara yang tidak sedikit dilirik. (Harian Jogja, 29/4).

Dari kesempatan tersebut, saya dan anda butuh menyiapkan cyber society. Pada satu sisi keperluan bisnis dan pengembangan start up terpenuhi, masyarakat juga dapat mengawasi arah pertumbuhan wisata di daerahnya. Sebaliknya Pemerintah pun cepat merespons masalah yang menjadi keluhan warga. 

Kendatipun begitu, sesungguhnya kini masih tidak sedikit menyisakan pertanyaan. Sejauh manakah pemerintah di wilayah dan segenap masyarakat menguasai teknologi informasi dan komunikasi?

Kesiapan Masyarakat

Pertanyaan di atas pun tertuju untuk masyarakat di luar distrik DIY, laksana di wilayah segitiga emas, yakni Kabupaten Kulonprogo, Kabupaten Purworejo, Kotamadya Magelang, apakah telah menguasai teknologi informasi? Untuk membalas pertanyaan di atas, mungkin kita pahami dulu teori klasik organisasi yang diajukan oleh Kast & Rozenweig.

Masyarakat ialah organisasi dengan sistem sosioteknik terbuka. Terdiri dari sistem pemerintahan wilayah dengan tatakelolanya, lantas subsistem yakni nilai budaya, pranata sosial. Sedang yang tidak terabaikan ialah sarana pembentukan persepsi pada intisistem organisasi, yakni manusianya. Pada sudut yang lain, pengelolaan wilayah harus selaras dengan kepandaian suprasistem, yakni regulasi dan perundangan yang berlaku.

Oleh sebab itu, untuk membina sebuah cyber society berbasis kemajemukan nilai sosial, edukasi dan budayanya, diperlukan multidimentional approach sampai-sampai tercipta kesiapan mental, keserupaan persepsi dan pemahaman mengenai penerapan teknologi informasi dan komunikasi. Sekadar contoh, di Jogja terdapat warga dusun yang telah melek Internet sampai-sampai wilayahnya dinamakan Kampung Siber.


Kesiapan Prasarana 

Setiap pertumbuhan teknologi, di satu sisi mencetuskan kemaslahatan hidup, tetapi di sisi beda dapat dominan  negatif. Begitu pula teknologi informasi dan komunikasi untuk masyarakat yang berlatar belakang majemuk, butuh dibangun terlebih dulu infrastrukturnya, baik hardware maupun software-nya Jika di kota besar, sudah ada WIFI di tidak sedikit perumahan, hotel, lembaga pendidikan.

Bahkan terdapat kedai kopi dan ruang kerja bareng yang meluangkan piranti internet dengan signal kuat sampai-sampai warga bisa ngopi sembari bekerja serta berselancar di media sosial. Namun, bagaimanakah lokasi tinggal di perkampungan yang prasarananya belum memadai? Padahal anda sadar, industri pariwisata tidak barangkali tanpa Internet, bukan?

Pengalaman membuktikan, seseorang yang tidak memanfaatkan teknologi informasi dengan bijaksana, malah kerugian yang diperolehnya. Dengan beda perkataan, untuk membina cyber society maka masyarakat patut dipersiapkan kemampuan intelektualitas, emosionalitas dan ketrampilannya. Kemampuan tadi dibutuhkan supaya tidak gugup dan gagap menyelesaikan sekian banyak  masalah.

Perlu Diwaspadai

Sebagai gambaran. Sejauh ini pada tujuan wisata, pun masih ditemukan adanya penduduk atau bahkan pembimbing wisata yang belum akrab dengan teknologi informasi. Sebaliknya, terdapat pula yang kejangkitan telepon seluler sehingga hampir seperti zombie yang tidak peduli lingkungannya. Tengara mengindikasikan sering terjadi polemik salah satu netizen terhadap sebuah masalah. Semuanya tidak lepas dari pertumbuhan teknologi informasi dan komunikasi.

Walaupun masih tidak sedikit dampak yang patut diwaspadai, baik aspek sosial, hukum, kesehatan, psikologi, kebiasaan dan lainnya. Namun diharapkan akibat tersebut dapat diantisipasi, andai masyarakat dewasa menghadapi pertumbuhan teknologi.
Sudah tentu, realitas tersebut ialah ceruk pasar industri dan pariwisata yang potensial untuk DIY dan wilayah di sekitarnya. Dalam format UMKM, industri rumahan laksana warung kelontong, lokasi tinggal makan, usaha pernik-pernik suvenir wilayah ataupun yang berskala besar, laksana pabrik, perhotelan, vila atau resort di sekian banyak  objek wisata.

Teknologi Informasi

Di samping persiapan infrastruktur yang di bina pemerintah, maka di era Revolusi Industri 4.0 pemerintah serius memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Bukan semata keperluan bisnis dan perusahan start-up tetapi pun pengawasan birokrasi pemerintahan tersebut sendiri.

Berita menggembirakan diajukan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika DIY Roni Primanto Hari, bahwa sebanyak investor bakal menanamkan modalnya di DIY berhubungan dengan industri smart city dan smart province. Dewasa ini memang tidak sedikit negara yang menjajaki kerja sama dengan Pemda DIY. Pengembangan teknologi informasi serta digitalisasi di DIY jadi di antara yang tidak sedikit dilirik. (Harian Jogja, 29/4).

Dari kesempatan tersebut, saya dan anda butuh menyiapkan cyber society. Pada satu sisi keperluan bisnis dan pengembangan start up terpenuhi, masyarakat juga dapat mengawasi arah pertumbuhan wisata di daerahnya. Sebaliknya Pemerintah pun cepat merespons masalah yang menjadi keluhan warga. 

Kendatipun begitu, sesungguhnya kini masih tidak sedikit menyisakan pertanyaan. Sejauh manakah pemerintah di wilayah dan segenap masyarakat menguasai teknologi informasi dan komunikasi?

Kesiapan Masyarakat

Pertanyaan di atas pun tertuju untuk masyarakat di luar distrik DIY, laksana di wilayah segitiga emas, yakni Kabupaten Kulonprogo, Kabupaten Purworejo, Kotamadya Magelang, apakah telah menguasai teknologi informasi? Untuk membalas pertanyaan di atas, mungkin kita pahami dulu teori klasik organisasi yang diajukan oleh Kast & Rozenweig.

Masyarakat ialah organisasi dengan sistem sosioteknik terbuka. Terdiri dari sistem pemerintahan wilayah dengan tatakelolanya, lantas subsistem yakni nilai budaya, pranata sosial. Sedang yang tidak terabaikan ialah sarana pembentukan persepsi pada intisistem organisasi, yakni manusianya. Pada sudut yang lain, pengelolaan wilayah harus selaras dengan kepandaian suprasistem, yakni regulasi dan perundangan yang berlaku.

Oleh sebab itu, untuk membina sebuah cyber society berbasis kemajemukan nilai sosial, edukasi dan budayanya, diperlukan multidimentional approach sampai-sampai tercipta kesiapan mental, keserupaan persepsi dan pemahaman mengenai penerapan teknologi informasi dan komunikasi. Sekadar contoh, di Jogja terdapat warga dusun yang telah melek Internet sampai-sampai wilayahnya dinamakan Kampung Siber.


Kesiapan Prasarana 

Setiap pertumbuhan teknologi, di satu sisi mencetuskan kemaslahatan hidup, tetapi di sisi beda dapat dominan  negatif. Begitu pula teknologi informasi dan komunikasi untuk masyarakat yang berlatar belakang majemuk, butuh dibangun terlebih dulu infrastrukturnya, baik hardware maupun software-nya Jika di kota besar, sudah ada WIFI di tidak sedikit perumahan, hotel, lembaga pendidikan.

Bahkan terdapat kedai kopi dan ruang kerja bareng yang meluangkan piranti internet dengan signal kuat sampai-sampai warga bisa ngopi sembari bekerja serta berselancar di media sosial. Namun, bagaimanakah lokasi tinggal di perkampungan yang prasarananya belum memadai? Padahal anda sadar, industri pariwisata tidak barangkali tanpa Internet, bukan?

Pengalaman membuktikan, seseorang yang tidak memanfaatkan teknologi informasi dengan bijaksana, malah kerugian yang diperolehnya. Dengan beda perkataan, untuk membina cyber society maka masyarakat patut dipersiapkan kemampuan intelektualitas, emosionalitas dan ketrampilannya. Kemampuan tadi dibutuhkan supaya tidak gugup dan gagap menyelesaikan sekian banyak  masalah.

Perlu Diwaspadai

Sebagai gambaran. Sejauh ini pada tujuan wisata, pun masih ditemukan adanya penduduk atau bahkan pembimbing wisata yang belum akrab dengan teknologi informasi. Sebaliknya, terdapat pula yang kejangkitan telepon seluler sehingga hampir seperti zombie yang tidak peduli lingkungannya. Tengara mengindikasikan sering terjadi polemik salah satu netizen terhadap sebuah masalah. Semuanya tidak lepas dari pertumbuhan teknologi informasi dan komunikasi.

Walaupun masih tidak sedikit dampak yang patut diwaspadai, baik aspek sosial, hukum, kesehatan, psikologi, kebiasaan dan lainnya. Namun diharapkan akibat tersebut dapat diantisipasi, andai masyarakat dewasa menghadapi pertumbuhan teknologi.
Share:

jendela teknologi - jendela terbaru teknologi

Persebaya Desak PT LIB Gunakan Teknologi VAR untuk Liga 1 2019

jendela teknologi - jendela terbaru teknologi


Kasus masalah wasit Indonesia yang biasanya salah menyerahkan keputusan sebagai pengadil di lapangan, membuat sejumlah klub mengucapkan pernyataan.

Klub-klub peserta Liga 1 2019 merasa dirugikan dan meminta supaya PT Liga Indonesia Baru (PT.LIB) selaku operator persaingan segera memakai teknologi VAR di persaingan musim ini.

Pelatih Persebaya Surabaya, Djadjang Nurdjaman, juga ikut berkomentar bersangkutan pemakaian VAR di persaingan Liga 1 2019.

Baca Juga : Teknologi Informasi | informasi teknologi robot


Dia menyatakan setuju dengan teknologi tersebut sebab dinilai teknologi VAR dapat meminimalisir keputusan-keputusan kontroversial yang sering ditetapkan oleh wasit di lapangan.

"Imbauan dari pelatih lainnya, kalau tersebut memang dapat saya paling setuju dengan rencana tersebut," kata pelatih yang akrab disapa Djanur.

Baca Juga : Komentar Djadjang Nurdjaman pada Uji Coba Penting Persebaya Vs Persela


Dikutip BolaSport.com dari laman Surya, Kamis (9/5/2019) menurutnya, VAR dapat menambah kinerja wasit dalam memimpin pertandingan yang adil dan tidak merugikan tidak sedikit tim.

Share:

Perkembangan Teknologi Gojek

Google Image  - Perkembangan Teknologi Gojek


Perkembangan Teknologi Gojek - Pengusaha Tekstil Soloraya Diperkenalkan Teknologi Terbaru

Perkembangan Teknologi Gojek - Gojek berkomitmen terus mengerjakan uji jajaki tarif guna Go-Ride berhubungan dengan keputusan pemerintah yang baru dan demi industri yang sehat dan berkelanjutan.

Nila Marita, Chief Corporate Affairs Gojek, menuliskan pihaknya sudah mengerjakan uji jajaki tarif Go-Ride di lima kota cocok dengan Kepmenhub Nomor 38/2019.

Keputusan kementerian itu ialah soal Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan guna Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi.


Nila menuliskan hasil penilaian menunjukkan terjadi penurunan sekitar tiga hari kesatu dalam pemberlakuan tarif uji jajaki tersebut. Sehingga, katanya, dominan  pada penghasilan partner driver.

"Namun demikian, dengan motivasi dan komitmen menyokong keberhasilan dan optimalisasi Kepmenhub, Gojek bakal terus melanjutkan pemakaian tarif uji jajaki layanan Go-Ride," kata Nila dalam penjelasan resmi, Senin (6/5).

Dia menuturkan beragam program promosi dilaksanakan dalam penerapan tarif uji jajaki tersebut, demi mengawal tingkat permintaan konsumen. Namun, Nila menuturkan, subsidi berlebihan akan menakut-nakuti keberlangsungan industri dan menurunkan kualitas layanan.

Ancaman itu, kata Nila, pun dapat menyebabkan hilangnya kesempatan pendapatan untuk para mitra.

Baca Juga : Sisi Gelap Teknologi dan Informasi: Kurikulum STEM Saja Tidak Cukup

"Gojek hendak menjaga keberlangsungan industri ini, supaya mitra driver kami terus menemukan sumber pendapatan yang berkelanjutan, serta semua konsumen terus dapat merasakan layanan aman, nyaman dan berkualitas," kata dia.

Nila menuturkan pihaknya bakal terus memodernisasi perkembangan berhubungan dengan uji jajaki tarif tersebut untuk pemerintah. Sehingga antar dua belah pihak dapat dapat menyerahkan masukan.


Share:

Perkembangan Teknologi Gadget

Google Image - Perkembangan Teknologi Gadget


Perkembangan Teknologi Gadget - News Video Jerman Tawarkan Teknologi Terbaru Pembangkit Biomassa 10 

Perkembangan Teknologi Gadget - Wakil Presiden, Jusuf Kalla muncul menjadi penceramah seminar di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Sabtu (4/5). Dalam seminar tersebut, JK sempat menyebut tentang kesempatan di era revolusi industri 4.0.

"Banyak menuliskan industri 4.0 tidak sedikit pekerjaan yang hilang. Memang tidak sedikit pekerjaan hilang namun timbul job baru, kegiatan baru," ujar JK di UNY.

JK mencontohkan, kegiatan baru akan hadir seiring dengan hilangnya kegiatan yang lama. JK mengungkapkan, pada zaman dulu terdapat wartel yang lantas seiring dengan masuknya era handphone, wartel tidak sedikit yang tutup. 

Tutupnya wartel ini lantas digantikan dengan tumbuhnya warung-warung penjaja pulsa.

"Sederhana saja dulu masa-masa telepon belum tidak sedikit di mana-mana terdapat wartel. Tapi sesudah timbul handphone, wartel hilang sama sekali. 

Yang timbul ialah warung-warung yang memasarkan pulsa. Tapi lantas pulsa berkurang maka timbul lagi sebuah penjualan yang diperlukan timbul bisnis baru timbul GO-JEK, GO-FOOD dan lain-lain," ungkap JK.


JK menyebut pertumbuhan teknologi pun akan mengubah teknik pandang masyarakat. Cara pandang masyarakat ini di antaranya dulu anggapan istri idaman ialah perempuan yang pandai memasak. Namun teknik pandang ini berubah seiring dengan pertumbuhan teknologi.
"Maaf, dulu istri yang sangat idaman bila pintar masak. Sekarang tidak perlu terlampau pintar masak, lumayan pintar bertelepon (Go-Food atau Grab-Food) masakan enak sudah," cerah JK disambut tawa peserta seminar.

Perkembang teknologi dirasakan JK pun telah mengerjakan perubahan tatanan dunia. JK mencontohkan, evolusi tatanan dunia ini berubah paska adanya handphone.
Share:

Perkembangan Teknologi Atm

KIPIN ATM Tebar Pesona di Perpusda Lamongan
Google Image : Perkembangan Teknologi Atm

Perkembangan Teknologi Atm - Kipin ATM Beraksi di Perpustakaan Daerah Lamongan

Perkembangan Teknologi Atm - Memasuki evolusi iklim informasi era digital seperti kini ini, Perpustakaan Daerah Kabupaten Lamongan (Perpusda Lamongan), Jawa Timur, membuka mata hati bersinergi dengan evolusi di era Revolusi Industri 4.0, dengan menghadirkan ATM mempunyai nama Kios Pintar (KIPIN).“Makanya saya hadirkan KIPIN, saya hadirkan anak SD, SMP, SMA,” tutur Kandam, Kepala Dinas Perpustakaan Daerah (Dinpusda) Kabupaten Lamongan, Senin, (6/5/2019).

Hadirnya KIPIN ATM bisa menjawab keperluan masyarakat milenial, sebab digitalisasi telah mengolah sudut pandang metode, dan interpretasi, bahwa perpustakaan tak dapat lagi dikelola secara konvensional, perpustakaan juga bertransformasi mengekor perkembangan teknologi.

“Satu minggu terdapat di KIPIN anak-anak SD, SMP hendak sekali sekali,” ujar Kandam.

KIPIN ATM yang adalahperpustakaan versi digital, berisikan konten-konten pembelajaran guna anak sekolah dan pra-sekolah. Konten yang terdapat mulai dari kitab (e-book), sampai latihan soal. Konten-konten di dalam KIPIN ATM terdapat untuk seluruh tingkatan, mulai dari SD, SMP, SMA dan SMK.

“Di konten KIPIN ATM pun ada terdapat pembelajaran kurikulum K-12, soal-soal ujian nasional. Mulai SD ruang belajar 1 hingga 6, SMP, SMA, SMK, pun komik, dan video pembelajaran,” ucap Kandam.


Untuk menemukan konten-konten itu, semua siswa dapat dengan mudah mendownload seluruh konten KIPIN ke gawai masing-masing sebab adanya Wi-Fi internal (eduSPOT) yang ada di tubuh KIPIN.

“Ada KIPIN yang ke sini men-download materi-materi pelajaran, dapat download pelajaran soal-soal, yang terdapat di KIPIN,” katanya.

Cara mengoperasikan KIPIN ATM yang terdapat di Perpusda paling mudah, dengan layar sentuh nirkabel, pengunjung Perpusda bisa mengakses cuma-cuma tanpa internet (offline) konten yang terdapat di dalam KIPIN ATM.

Penggunaan mesin KIPIN ATM sebagai media pembelajaran digital di era digital ini, dinilai Kandam paling tepat. Adanya KIPIN ATM, pasokan pelajaran pelajaran untuk siswa dan guru menjadi makin menyeluruh di Perpusda Lamongan.


Ia juga menegaskan perpustakaan sebagai sumber ilmu pengetahuan di era digital. “Saya hendak menghadirkan anak-anak ke Perpustakaan untuk menambah minat membacanya,” ujar Kandam.

Sayangnya, mesin pintar yang berbentuk laksana mesin ATM ini tak bakal lama sedang di Perpusda Lamongan. KIPIN ATM yang sudah menjadi tren baru dalam dunia literasi ini hanya muncul mulai tanggal 26 April hingga 17 Mei mendatang. “Cuma 3 Minggu di sini,” ucap Kandam.
Share:

Perkembangan Teknologi Era Milenial

Perkembangan Teknologi Era Milenial - Sa'bani Berharap Teknologi Informasi Dimanfaatkan untuk Kemaslahatan


Google Image - Perkembangan Teknologi Era Milenial


Perkembangan Teknologi Era Milenial - Operator seluler Indosat Ooredoo belum menyimpulkan untuk mematikan jaringan 2G. Anak perusahaan Ooredoo ini berdalih lebih dari 20 persen pelanggannya masih memanfaatkan jaringan 2G.

"Kita mesti melihat keperluan pelanggan, kebetulan di Indonesia ini masih tidak sedikit pelanggan-pelanggan yang gunakan handset jadul [jaman dahulu]. Jadi yang 2G tersebut masih di atas 20 persen," ungkap head of network planning and optimisation Indosat Ooredoo Kustanto untuk awak media di Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (25/4).

Kendati demikian, Kustanto mengakui andai pelanggan yang memakai jaringan 2G jumlahnya terus menurun. Ia juga tak menampik andai seiring berjalannya masa-masa jaringan 2G bakal dimatikan.

"Ini tambah turun [jaringan data 2G], sampai sebuah waktu pemakai nya tidak banyak ya kita minta maaf barangkali 2G di saat tersebut lah telah harus anda matikan," imbuhnya.

Namun di sisi lain, Kustanto mengungkapkan andai kedepan pemakai 2G meningkat maka pihaknya bakal terus mengerjakan pembangun infrastruktur.

Ia berdalih jika permintaan pemakai 2G signifikan, maka Indosat bakal tetap membina infrastruktur pendukung menilik tren di setiap wilayah berbeda-beda.

Sikap Indosat berbanding terbalik dengan pesaingnya, XL Axiata. Anak perusahaan Axiata Group Bhd ini malah berencana mematikan jaringan 2G lantaran pemakainya kini melulu 10 persen dari borongan pemakai. Direktur Teknologi XL Axiata Yessie D Yosetya menuliskan pihaknya mulai mematikan jaringan 2G semenjak 2018.



"Penutupannya (jaringan 2G) sudah semenjak 2018 per cluster, di 2018 kita mengerjakan akselerasi depresiasi guna 2G dan itu ialah dengan mengerjakan shut down jaringan 2G," kata Yessie di Jakarta, Kamis (5/4).

"Jadi ketika kami mematikan 2G, yang menjadi keuntungan untuk kami ialah frekuensi jadi terbukan dilaksanakan refarming. Kami refarming 2G guna jaringan LTE untuk menambah bandwith 4G," pungkasnya
Share:

Popular Posts

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Sample Text

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua.

Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation test link ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.